Beberapa hari ini inbox HP ramai dengan sms ngajakin saum 2 hari di awal bulan Rajab yang jatoh tepat hari ini..Memang banyak perbedaan pendapat mengenai saum & ibadah-ibadah khusus di bulan Rajab ini,,tapi akuu sih, karena tumbuh besar dan belajar di lingkungan yang "tidak mengamalkan" itu,,jadi gak ikut ngamalin deh..mencoba untuk Ittiba' dengan Hujjah yang selama ini dipelajari di sekolah dan kajian yang Na ikuti..tapi tetap harus menghargai pendapat orang lain.. :)
Setelah searching-searching di Google,,
ada beberapa pendapat yang cocok dengan pemahaman Na selama ini..
beberapa ada juga yang berbedaa..
kalo yang ini dari http://www.ghazi.abatasa.com/post/detail/12122/puasa-di-bulan-rajab-dan-sya%E2%80%99ban.html
Dalam
riwayat Bukhary dan Muslim Nabi saw menganjurkan untuk memperbanyak shaum
(puasa) dibulan Sya'ban. Dan yang dimaksud memperbanyak puasa dalam hadits
tersebut adalah memperbanyak puasa sunnat bukan mengkhususkan puasa dibulan
Sya’ban apalagi Rajab. Kalau dibulan lain jarang melaksanakan puasa senin kamis
atau puasa pertengahan bulan, atau kalau ingn lebih banyak dengan puasa Daud,
maka dibulan tersebut usahakan memperbanyak shaum/puasa tersebut.Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Adapun mengkhususkan bulan Rajab dan Sya’ban
untuk berpuasa pada seluruh harinya atau beri’tikaf pada waktu tersebut, maka tidak
ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabat
mengenai hal ini. Juga hal ini tidaklah dianjurkan oleh para ulama
kaum muslimin.
Bahkan yang terdapat dalam hadits yang shahih (riwayat Bukhari
dan Muslim) dijelaskan bahwa Nabi saw biasa banyak berpuasa di bulan Sya’ban.
Dan beliau dalam setahun tidaklah pernah banyak berpuasa dalam satu bulan yang
lebih banyak dari bulan Sya’ban, jika hal ini dibandingkan dengan bulan
Ramadhan. Adapun melakukan puasa khusus di bulan Rajab, maka sebenarnya itu
semua adalah berdasarkan hadits yang seluruhnya lemah (dho’if) bahkan maudhu’ (palsu).
Para
ulama tidaklah pernah menjadikan hadits-hadits ini sebagai sandaran. Bahkan
hadits-hadits yang menjelaskan keutamaannya adalah hadits yang maudhu’ (palsu)
dan dusta.”(Majmu’ Al
Fatawa, 25/290-291). Begitu juga pendapat Ibnu Hajar, beliau mengatakan,
“Tidak terdapat riwayat yang sahih yang bisa dijadikan dalil tentang keutamaan
bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh, puasa di tanggal tertentu di
bulan Rajab, atau shalat tahajud di malam tertentu. Keterangan ini telah
didahului oleh keterangan Imam Abu Ismail Al-Harawi.” (Tabyinul Ujub bi Ma Warada fi Fadli
Rajab, hlm. 6)
Bahkan telah dicontohkan oleh para sahabat bahwa mereka melarang
shaum (berpuasa) pada seluruh hari bulan Rajab karena ditakutkan akan sama
dengan puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana hal ini pernah dicontohkan oleh
’Umar bin Khattab. Ketika bulan Rajab, ’Umar pernah memaksa seseorang untuk
makan (tidak berpuasa), lalu beliau katakan : ”Janganlah engkau menyamakan puasa di bulan ini (bulan
Rajab) dengan bulan Ramadhan.” (Riwayat ini dibawakan oleh Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa, 25/290 dan beliau mengatakannya shahih.
Begitu pula riwayat ini dikatakan bahwa sanadnya shahih oleh Syaikh Al Albani
dalam Irwa’ul Gholil). Imam Asy Syafi’i
mengatakan, ”Aku tidak
suka jika ada orang yang menjadikan menyempurnakan puasa satu bulan penuh
sebagaimana puasa di bulan Ramadhan.”Beliau berdalil dengan hadits ’Aisyah yaitu ’Aisyah tidak pernah
melihat Rasulullah saw melaksanakan shaum sebulan penuh pada bulan-bulan
lainnya sebagaimana beliau menyempurnakan berpuasa sebulan penuh pada bulan
Ramadhan. (Latha-if
Ma’arif, 215).
pembandingnya salah satunya dari temen-temen nahdiyyin,,
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,10-id,37964-lang,id-c,ubudiyyah-t,Puasa+Bulan+Rajab-.phpx
sekali lagi,,yang penting saling menghargai pendapat..
toh yang penting gak taqlid buta n sama-sama punya pegangan..
kalo kata ayu ting-ting mah "life is a choice"..
hehee..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar