Kamis, 12 Januari 2012

Keajaiban Kristal Air Dr. Emoto

Kristal air secara alami terbentuk pada saat turunnya hujan salju, umumnya berbentuk segi lima atau enam dengan variasi bentuk pada masing-masing ujungnya. Yang mengherankan, formasi kristal air dapat berupa bentuk yang sangat rumit dan simetris.

Dr Masaru Emoto dari Jepang telah memulai penelitian terhadap kristal air ini dan memplublikasikan hasil penelitiannya yang sangat menarik pada dunia. Mulanya dia mengambil beberapa sampel air, antara lain air ledeng, air sungai dan air pegunungan kemudian membekukannya dan mulai memfoto kristal air yang terbentuk.
Memmoto kristal air bukanlah hal yang mudah, karena begitu keluar dari pendingin, kristal akan segera meleleh. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kristal air dari tempat terlindung seperti danau, sungai dan mata air dapat membentuk kristal air yang sempurna, sementara air ledeng menghasilkan kristal yang pecah atau tidak sempurna. Yang lebih mengherankan lagi, bila air tersebut sebelum dikristalkan dipapar dengan kata-kata seperti “danke” (Jerman), “thank you” (Inggris), “terimakasih” (Indonesia) maka akan membentuk kristal yang berbeda namun memiliki keindahan yang serupa.
Sementara bila dipapar kata “I hate you” maka kristal air tidak akan terbentuk atau rusak. Hal ini sangat menarik karena air merespon secara langsung suara kita demikian pula bila dipapar musik klasik akan lebih indah hasilnya dari musik heavy metal. Untuk lebih jelasnya bisa membaca buku The Message from Water by Masaru Emoto.
Refleksi inilah yang sejak lebih dari satu dasawarsa ini diteliti oleh Prof.Dr. Masaru Emoto pakar kedokteran altenatif dari Jepang. Sejak lama diketahui, air yang jernih seperti kristal adalah air yang mutunya baik. Namun tidak semua air yang jernih itu sehat dan berkualitas. Misalnya saja dalam penelitian Emoto di Jepang, hampir semua warga kota minum air ledeng yang kelihatannya jernih. Akan tetapi, penjernihan airnya menggunakan terlalu banyak unsur Chlor. Akibatnya sekitar 20 persen penduduk menderita penyakit alergi. Muncul pertanyaan, mengapa bisa muncul kondisi seperti itu?
Pengaruh lingkungan
Penelitian ilmiah oleh Prof. Emoto menggunakan analisis resonansi magnetik-MRA, menunjukan, air yang sehat biasanya akan membentuk kristal segi enam jika dibekukan. Untuk itu, lebih dari satu dasawarsa prof. Emoto melakukan penelitian kristal air yang dibekukan. Sebagai penegasan hasil penelitiannya Prof.Emoto memotret lebih dari 10.000 bentuk kristal air dari percobaannya. Disimpulkan, kristal air akan terbentuk jika airnya merasa sehat, atau berada di lingkungan yang menyenangkan. Lingkungan tercemar, tidak sehat, penuh energi negatif atau emosi buruk, menyebabkan air samasekali tidak dapat membentuk kristal jika dibekukan.
Penemuan penting lainnya, kondisi air ternyata dapat dipengaruhi. Dalam berbagai penelitian terbukti dan selalu dapat dilakukan pembuktian ulang, bahwa struktur molekul air dipengaruhi oleh getaran, musik, kekuatan pemikiran, doa kata-kata atau bahkan oleh tulisan yang ditempelkan. Kedengarannya seperti ilmu perdukunan. Tapi semua itu dibuktikan secara ilmiah oleh Prof.Emoto dalam penelitiannya menggunakan peralatan resonansi magnetik – MRA dan foto-foto yang dibuatnya sejak tahun 1990 lalu. Bukan omong kosong, jika air zam-zam dari Mekkah atau air dari tempat ziarah di Lourdes, ketika dibekukan dan difoto, memiliki kristal segi enam yang jernih dan sempurna.
Dalam sebuah ceramahnya di kota München di Jerman beberapa waktu lalu, prof.Emoto membuktikan pengaruh positif dan negatif terhadap air tsb. Di depan sekitar 500 orang yang mengikuti ceramahnya, ia membagi-bagi air dari berbagai sumber dan memasukannya ke dalam wadah kecil. Kemudian membekukannya pada suhu minus 20 derajat C. Dalam kondisi beku, air kemudian diperiksa di bawah mikroskop dengan perbesaran 200 kali lipat, untuk dapat melihat struktur kristalnya. Apa yang terjadi? Ternyata tidak semua air membentuk kristal. Air yang diambil dari perairan yang tercemar, air ledeng, air yang mengandung racun atau air yang sebelumnya dipanaskan menggunakan mikrowave, samasekali tidak membentuk kristal.
Energi dari musik dan doa
Percobaan diulang dengan air suling, yang dibagi-bagi lagi ke berbagai wadah kecil. Publik kemudian disuguhi musik klasik berupa simpony karya Mozart. Hampir semua yang mengenal simpony tsb, ikut menyanyikan nadanya. Setelah itu air dibekukan dan difoto di bawah mikroskop. Terlihat kristal-kristal segienam berbentuk bunga yang indah. Percobaan kemudian diulangi dengan air yang sama, tapi yang diperdengarkan adalah musik heavy-metal. Ketika dibekukan dan difoto, molekul air tidak membentuk kristal samasekali.
Percobaan lainnya dilakukan di Jepang. Prof.Emoto mengajak sekelompok orang, untuk mengadakan upacara ritual dan bermeditasi di sebuah danau yang tercemar. Pada musim panas berikutnya, media massa lokal terkejut, karena danau yang biasanya berbau tidak sedap, kini tidak tercium baunya. Namun musim panas tahun berikutnya, danau kembali berbau tidak sedap. Percobaan itu hendak membuktikan, bahwa mediatasi atau doa, hanya bersifat sementara dalam mempengaruhi sifat molekul air. Doa dan meditasi terus menerus, seperti di sumber air zam-zam di Mekkah dan di sumber air di Lourdes, diyakini juga terus menerus membuat kualitas molekul airnya menjadi amat bagus.
Sebagai pakar pengobatan alternatif, prof. Emoto menarik logika sifat molekul air yang dapat dipengaruhi energi positif dan negatif itu, terhadap sel tubuh manusia. Jika tigaperempat volume tubuh manusia adalah air, bagaimana reaksi air di dalam sel terhadap berbagai pengaruh tsb? Penelitian terdahulu yang dilakukan pakar lain secara terpisah menunjukan, doa baik yang diucapkan langsung atau dari jarak jauh, ternyata mempercepat penyembuhan. Musik, ternyata juga mendorong semangat dan penyembuhan penyakit.
Jika air suling yang digunakan sebagai alat ujicoba tidak suka musik heavy metal, diperkirakan, air di dalam sel tubuh juga tidak suka musik tsb. Atau jika air suka doa, musik klasik atau meditasi dan ritual keagamaan, diharapkan air dalam sel tubuh juga menyukai situasi itu. Dalam ujicoba lainnya, dengan menggunakan berbagai bahasa, ternyata kata-kata yang positif, seperti cinta, rasa terima kasih dan puji-pujian menyebabkan molekul air membentuk kristal yang bagus. Artinya, kualitas molekul air juga menjadi bagus dan sehat jika dikonsumsi. Bagi pakar pengobatan alternatif seperti prof. Emoto, tentu saja semua hasil penelitiannya sangat berguna, untuk menemukan sarana pengobatan alternatif yang manjur. Juga ternyata bersikap dan berfikir positif, berdoa dan bermeditasi, dapat menyebarkan refleksi energi positif bagi unsur air di sekitar dan di dalam tubuh kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar