Teringat Postingan aku tentang "tradisi" ibadah yang spesial di bulan rajab kemarin..
tapi Ramadhan sekarang, aku mulai shaum hari jum'at 20 Juli 2012..
sesuatu yang baru dan menyalahi kebiasaanku selama ini sebenarnya..
berbeda dengan "bobotoh" yang mulai shaum pada sabtu 21 Juli 2012..
aku lahir dan besar di lingkungan jama'ah PERSIS,,
makanya aku sering bilang aku "bobotoh", sebagai plesetan karena cuma beda satu huruf dengan klub sepakbola besar itu,,
lagian kadang aku tak jauh fanatisnya seperti fansclub sepakbola.. :P
Rumah ku merupakan miniatur Indonesia, dimana semua keyakinan diperbolehkan asal mempunyai alasan yang diyakini..
Alhamdulillahnya bapak ku demokrat sejati (demokratis banget maksudnya)..
ibuku seorang anggota Persis Tulen,, bahkan ketua cabang..
ayahku? gak ikut kemana-kemana sih, tapi jalan fikirnya setuju sama jama'ah nya Ustadz Abu Bakar Ba'asyir.. #uwooo..
nenek ku seorang Nahdiyyin akut..
dan anak-anak di rumah dikasih kebebasan buat milih ikut yang mana..
Lebaran berbeda merupakan hal yang biasa di rumah..
udah beberapa tahun belakangan ini ketidak seragaman menjadi hal yang dimaklumi..
indahnya perbedaan,, tapi tidak begitu sebenarnya..
tetap aja ada yang hampa saat lebaran berbeda..
hmm..
kembali ke "bobotoh"..
mengingat-ingat hasil sidang isbat kemarin mengenai penentuan awal Ramadhan dan Lebaran,
aku dan hatiku menetapkan untuk ikut hari Jum'at..
aku mulai memahami apa yang selama ini ayahku fahami..
aku mulai mencari alasan-alasan memilih ikut metode hisab wujudul hilal sejak lebaran berbeda tahun kemarin..
dan hasilnya,, masuk akal.. sungguh bisa diterima kepalaku yang pemahamannya terbatas..
salah satunya ku baca di http://fimadani.com/mengapa-muhammadiyah-menggunakan-metode-hisab/
sejujurnya ada kekecewaan juga terhadap keputusan dewan hisbah di "bobotoh" dan kementerian agama,,
karena menurut ku, ada sesuatu yang "kurang tepat"..
misalnya http://nasional.kompas.com/read/2011/09/13/07352857/12.September.Purnama.Artinya.1.Syawal.29.Agustus
dan dari situlah aku mulai meyakini pilihan ini..
tapi bagaimanapun, aku faham dengan keputusan yang diambil dewan hisbah "bobotoh",,
karena memang jelas metode yang digunakan berbeda..
pada akhirnya,,
apapun metode Ijtihad yang digunakan,,
sabda Rasul, jika benar 2 pahalanya,, jika salah tetap mendapat 1..
Mudah-mudahan kita bisa jadi golongan yang mendapat 2 pahala..
Amin...
#MenantiPurnama